Storyjatim.com - Hukum perayaan malam Nisfu Sya’ban di anggap oleh sebagian kelompok adalah kegiatan bidah yang dimana tidak pernah dilakukan oleh Nabi Muhammad, bahkan disebut sesat.
Hal itu di anggap dalam semua perayaan perayaan Nisfu Sya’ban, entah itu dalam berdzikir maupun hal positif lainya.
Diketahui Nisfu Sya’ban adalah bulan kedelapam pada kalender Hijriyah, yang artinya sebelum bulan suci Ramadhan.
Baca Juga: Penting..!! Doa Hujan Disertai Angin Kencang dan Petir Agar Tidak Terjadi Bencana
Menurut sejarahnya Nabi sendiri memuliakan bulan Nisfu Sya’ban dengan cara memperbanyak ibadah, seperti mengerjakan puasa dan ibadah kepada Allah.
Hal itu tercatat dalam Kitab Qalyubi wa Umairah yang menyebut bahwa disunahkan menghidupkan malam hari raya, Idul Fitri dan Idul Adha dengan cara berdzikir dan shalat, khususnya Shalat Tasbih.
“Sekurang-kurangnya adalah mengerjakan shalat Isya berjamaah dan membulatkan tekad untuk salat Subuh berjamaah. Amalan ini juga baik dilakukan di malam nisfu Sya’ban, awal malam bulan Rajab, dan malam Jumat karena pada malam-malam tersebut doa dikabulkan,” Storyjatim mengutip dari NU Online.
Tak hanya itu, hal tersebut juga ditegaskan dalam kitab Sahih Ibnu Hibban, dibulan mulia Nisfu Sya’ban Allah akan mengampuni seluruh makhluk-Nya.
Baca Juga: TPQ Darussalam Desa Rejoagung Gelar Tasyakuran Khotmil Qur'an ke-16
Seperti kemuliaan yang ada pada hari raya umat Islam lainnya, merayakan fadhilah bulan Sya’ban adalah hal yang tidak bisa ditinggalkan begitu saja. Karena rahmat dan ampunan Allah SWT harus disambut dengan kegembiraan dan suka cita.
Artikel Terkait
Inilah 3 Doa Saat Dilanda Banjir dan Hujan Tak Kunjung Reda
25 Rekomendasi Twibbon Isra Miraj 2023 yang Dapat Kamu Pakai
15 Rekomendasi Ucapan Isra Miraj di Tahun 2023, Tebar Doa Antar Sesama
Memahami Hikmah dan Pelajaran di Balik Peristiwa Isra’ Mi’raj