Banjir Di Banyuwangi Jadi Perhatian Publik, Pengamat: Kesucian Gotong Royong Jangan Kotori Dengan Politik

photo author
Abdul Konik, Story Jatim
- Minggu, 6 November 2022 | 20:02 WIB
Hary Priyanto Pengamat Politik Banyuwangi
Hary Priyanto Pengamat Politik Banyuwangi

Storyjatim.com - Bencana banjir yang melanda enam Desa di Kecamatan Kalibaru Banyuwangi menjadi perhatian khusus publik.

Pasalnya banjir tak hanya merendam pemukiman warga, namun beberapa rumah juga hancur akibat diterjang derasnya air banjir.

Banjir disebabkan itensitas hujan yang sangat tinggi serta beberapa faktor lainya, banjir juga menyebabkan beberapa akses penghubung antar Dusun putus lantaran jembatan ambrol di terpa banjir.

Baca Juga: Pasar Pangan Murah Pemprov Jatim Digelar di Pamekasan : Tidak Ada Batasan Pembeli

Atas insiden tersebut tak sedikit relawan mulai dari komunitas, organisasi, relawan masyarakat, pemerintah, hingga partai politik untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak.

Namun hal tersebut mengingat sudah masuknya tahun politik maka tak sedikit partai politik yang bersimpati dengan kejadian banjir di Kalibaru.

Pengamat politik Dr. Hary Priyanto mengatakan bahwa saat ada bencana jika mau membantu jangan sampai di kotori dengan unsur politik, karena hal ini harus di dasari dengan kemanusiaan.

"Oleh karenanya saya berharap tidak ada yang mengotori kesucian tolong menolong atau gotong royong itu dengan kepentingan politik," Katanya ( 6/11/2022).

Hari PR sapaan akrabnya menambahkan, hak ini perlu intropeksi serius bagi semua element di pemerintahan maupun di masyarakat.

"Semua harus intropeksi atas kejadian ini, Baik terkait pemeliharaan saluran air (sungai maupun selokan), pemeliharaan pohon lindung dan penyangga, serta pengelolaan sampah, perlu kedewasaan lingkungan dan sosial agar tidak terulang lagi," tambah Hari PR yang juga Ketua PA GMNI Banyuwangi.

Baca Juga: Pernyataan Bupati Alih Fungsi Lahan Penyebab Banjir Kalibaru Banyuwangi, PTPN XII Merasa Di Kambing Hitamkan

Kesadaran kolektif untuk menangani dengan cepat melalui gotong royong dari semua pihak merupakan "obat" awal bagi masyarakat yang terdampak. 

"Saat ini semua pihak harus bergandengan tangan atas nama kemanusiaan, Harus murni dan konsekwen sebagai jiwa Pancasila. Simpan dulu kepentingan politik sampai tahun politik itu tiba," tukasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Konik

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X