STORYJATIM.COM - Dianggap kerap menjadi pemicu konflik, masyarakat desa Kedungwungu, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi bahu membahu terlibat dalam pemasangan pavingisasi jalan usaha tani.
Kegiatan tersebut diketahui bersumber dari bantuan Kementerian Sosial melalui program Keserasian Sosial yang diinisiasi oleh Forum Keserasian Sosial Utama Mandiri.
Dalam pengerjaan pavingisasi sepanjang 250 meter tersebut tidak hanya diikuti oleh laki-laki, puluhan kaum hawa juga turut terlibat sebagai pemegang kendali urusan logistik alias bagian dapur untuk. Tugas tersebut tentunya untuk menyokong kebutuhan energi dan stamina 'Bapak-Bapak' agar tetap stabil.
Menurut Agus Suprio Utomo, ketua FKS Utama Mandiri, program Keserasian Sosial Kemensos itu merupakan sebuah langkah jitu untuk mengurangi konflik antar warga yang sebelumnya kerap terjadi akibat rebutan jalan. Selain itu, keserasian warga serta kekompakan mampu diwujudkan.
"Alhamdulillah, Kemensos menyambut baik usulan program kami. Secara pribadi kami berharap agar masyarakat desa kedepan lebih kompak dan dapat hidup berdampingan secara damai," katanya.
Sebelumnya, kondisi jalan tani yang kurang memenuhi standar karena rusak serta kurangnya sarpras yang ada kerap menjadi pemicu konflik antar petani di Desa tersebut. Bersyukur, program Keserasian Sosial Kemensos dianggap menjadi solusi atas hal itu.
"Jalan ini dulunya kan tanah, banyak lobang serta becek jika di musim hujan. Hal itu tidak sejalan dengan intensitas lalu lintas petani. Jika musim panen tiba, jalan yang menyempit tersebut kerap menjadi masalah di antara petani," pungkasnya.