BANYUWANGI, STORYJATIM.COM - Banner yang berjudul Pernyataan Sikap terpampang di Desa Bayu dan Songgon, diketahui Banner tersebut akibat konflik PT Bumisari yang tak kunjung usai.
Terlihat Isi dari pernyataan sikap tersebut masyarakat meminta agar pemimpin daerah (Bupati, DPRD serta Polresta Banyuwangi) segera menyelesaikan dan mengambil langkah tegas atas konflik tersebut.
Rohman pemuda sekitar wilayah konflik juga berpendapat bahwa semenjak adanya konflik warga menjadi tidak harmonis lagi.
Baca Juga: Hakikat Akhlaq Yang Sebenarnya, Begini Penjelasan Gus Bashir
“Semenjak maraknya konflik di perkebunan Bumisari warga semakin tidak rukun, keharmonisan antar tetangga mulai menurun," Katanya.
Masyarakat Songgon dan masyarakat Bayu sebagian bekerja di Perkebunan Bumisari.
Terdapat satu gap antara para pejuang tani dan kaum buruh Bumisari, disinilah diduga awalmula terdapat kesenjangan sosial antar warga.
Wahyudi salah satu aktivis muda asal songgon juga menanyakan kemana para pemimpin daerah yang dinilai hanya diam ketika melihat konflik dj Bumisari.
Baca Juga: Geger Satu Bioskop, Usai Nonton Film Pengabdi Setan 2 Cewek Baju Putih Tak Sadar
"Bupati dimana? DPRD dimana? Polres dimana ? Kok terkesan diam dan membiarkan rakyatnya bermusuhan, bukankah ini adalah tugas pemerintah untuk selalu menjamin rakyatya hidup rukun," Tanyanya.
Pihaknya juga menyebut bahwa, gegara hal tersebut semakin berimbas kepada masyarakat yang tidak terlibat dalam konflik itu.
"Yang awalnya hidup rukun berdampingan, kali ini sangat berbeda, sekrng sudah mulai saling lirik sini lirik sana, saling menjastis sini menjastis sana” imbuhnya.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Wisata Edukasi Hewan Di Bali
Tak hanya itu, Hendik Kriwul salah satu warga mengatakan bahwa adanya konflik tersebut membuat warga resah dan kurang nyaman.
"Karena saling bermusuhan kami warga yang tidak ikut campur justru merasa tidak nyaman, jadi kami mohon demi masyarakat tolonglah pemimpin daerah turun tangan untuk mendamaikan dan menyelesaikan masalah tersebut," Katanya.