Golkar Banyuwangi Dorong Kesenian Jaranan Diusulkan Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO

photo author
Nurul Yakin, Story Jatim
- Minggu, 31 Juli 2022 | 12:19 WIB
Golkar Banyuwangi gelar kesenian Jaranan guna membangkitkan semangat-semangat kesenian tradisional untuk tetap eksis di bumi Indonesia.  (Nurul Yakin/Srotyjatim.com)
Golkar Banyuwangi gelar kesenian Jaranan guna membangkitkan semangat-semangat kesenian tradisional untuk tetap eksis di bumi Indonesia. (Nurul Yakin/Srotyjatim.com)

Storyjatim.com - DPD Partai Golkar Banyuwangi mendorong agar kesenian jaranan atau Kuda Lumping diusulkan jadi warisan budaya tak benda atau intangible culture heritage (ICH) kepada Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB atau UNESCO.

Dorongan tersebut disampaikan Ketua DPD Golkar Banyuwangi, Ruliyono saat menggelar kesenian jaranan di Desa Olehsari, Kecamatan Glagah, Minggu, 31 Juli 2022.

Ruli menyebut dalam waktu dekat pihaknya akan melayangkan surat kepada DPP Partai Golkar yang ditembuskan kepada DPD Partai Golkar Provinsi Jatim.

Baca Juga: Ritual Adat Keboan Aliyan Banyuwangi Salah Satu Bentuk Ucap Syukur Kepada Tuhan Atas Panen Yang Melimpah

"Untuk bersama-sama dalam rangka mendaftarkan kesenian tradisional Jaranan ini ke UNESCO melalui Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan," kata Ruli.

Pihaknya tidak ingin kesenian tradisional jaranan diklaim oleh negara lain, seperti kesenian Reog Ponorogo yang sebelumnya pernah diklaim oleh Malaysia namun gagal karena ada perlawanan dari masyarakat Indonesia.

"Harapan kita kesenian Kuda Lumping atau jaranan ini juga didaftarkan di UNESCO. Karena Malaysia sudah ancang-ancang bahwa Kuda Lumping adalah seni asli mereka," tutur Ruli.

Baca Juga: Baritan, Tradisi Turun Temurun Masyarakat Sumbersewu Tiap Malam 1 Suro

Ruli juga berharap Pemerintah Indonesia termasuk masyarakat di tanah air secara proaktif dalam rangka melestarikan, membina dan mengembangkan kesenian tradisional.

"Salah satunya kesenian tradisional Jaranan bisa diusulkan di UNESCO, sehingga terdaftar menjadi kekayaan budaya tak benda asli Indonesia, bukan negara lain," tegasnya.

Ruli menyebut, kesenian tradisional Jaranan ini digelar sebagai bentuk kepedulian Golkar dalam rangka mendorong, membina dan membangkitkan semangat-semangat kesenian tradisional untuk tetap eksis di bumi Indonesia.

Baca Juga: Tradisi Bulan Suro, Begini Makna Ritual Petik Laut Banyuwangi yang Dipercaya Sangat Sakral

"Kedua paling tidak partai Golkar juga ingin hadir di tengah-tengah masyarakat bertujuan untuk menghibur. Karena Partai Golkar adalah partai yang menyatu dengan masyarakat," tegas Wakil Ketua DPRD Banyuwangi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Nurul Yakin

Tags

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X