daerah

Ada Apa Dengan Dinsos? Data Ribuan Warga Penerima Manfaat Di Sempu Terhapus

Senin, 12 September 2022 | 18:53 WIB
Pemerhati sosial datangi Dinsos Pertanyakan Data Ribuan warga Terhapus

BANYUWANGI STORYJATIM.COM - Ribuan Warga Desa Jambewangi Kecamatan Sempu Banyuwangi tak bisa menerima bantuan sosial (Bansos), hal tersebut lantaran tiba-tiba ribuan data Keluarga Penerima Manfaat (KPM) terhapus dari sistem. 

 

Hal tersebut menjadi Polemik oleh para ribuan KPM. Adanya ribuan data KPM terhapus, Pemerhati sosial turut mengawal agar warga kurang mampu di desa tersebut kembali mendapat haknya.

 

Pemerhati sosial yang dimotori Sugiarto, warga Sempu, mendatangi Dinas Sosial (Dinsos) Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (PPKB) Banyuwangi, Senin (12/9/2022), untuk menanyakan data konkrit serta solusi untuk ribuan data KPM yang terhapus itu. 

Baca Juga: DPRD Tak Tepat Janji, Aliansi Mahasiswa Banyuwangi Datangi Kantor DPRD Tagih Janji Tolak BBM Naik

Diinformasikan, warga penerima KPM tersebut resah dengan hilangnya data mereka dari daftar Keluarga Penerima Manfaat, Karena yang awalnya bisa menerima bantuan sosial (bansos), saat ini mereka tidak lagi mendapatkannya, Sebab, nama mereka yang terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) ternyata terhapus.

 

Saat pertemuan itu, turut dihadir Kadinsos PPKB Banyuwangi Henik Setyorini berserta pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Jambewangi dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Sempu.

 

Berdasarkan data dari Dinsos PPKB Banyuwangi, total warga kurang mampu di Desa Jambewangi yang datanya terhapus tidak tanggung-tanggung, kurang lebih sekitar 1.782 KPM. Adapun rinciannya 590 warga penerima PKH, 504 warga penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dan 688 warga Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK).

 

Kadinsos PPKB Banyuwangi Heni Setyorini mengatakan, terhapusnya data KPM DTKS banyak faktor penyebab. Diantaranya sudah tidak layak karena sudah bukan warga setempat atau pindah tempat tinggal.

Baca Juga: 5 Manfaat Ganja Dari Medis Hingga Industri, Mungkinkah Dilegalkan?

"Kemudian dari segi ekonomi orang itu sudah dikatakan mampu dan memang sudah tidak layak lagi dibantu. Faktor lain karena meninggal, sehingga secara otomatis kita keluarkan dari penerimaan Bansos," bebernya.

Halaman:

Tags

Terkini