daerah

Forkopimda Banyuwangi Dan Jember Sepakat Selesaikan Konflik Sosial

Selasa, 9 Agustus 2022 | 19:32 WIB
Forkopimda Banyuwangi Jember Buat Kesepakatan untuk atasi konflik pembakaran di Mulyorejo (Istimewa)

STORYJATIM.COM - Konflik sosial pasca kerusuhan yang terjadi di Desa Mulyorejo, Kabupaten Jember, Jawa Timur, akhirnya memenuhi kesepakatan.

Kedua forkopimda Jember dan Banyuwangi membuat kesepakatan bersama dengan menghadirkan Perwakilan warga Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember dan perwakilan warga Desa Banyuanyar, Kecamatan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi di caffe Gumitir, Kabupaten Jember, pada Selasa (9/8/2022).

Baca Juga: Pemda Banyuwangi Berikan Santunan 1.444 Anak Yatim Dengan Non-tunai di Festival Muharram

Bupati Jember Hendi Siswanto menuturkan sesuai dengan pesan Gubernur agar rakyat harus akur dan rukun, serta saling membantu satu sama lain.

Tiap masalah harus terselesaikan dengan baik, cara yang terbaik adalah saling terbuka dalam menyelesaikan masalah dan mengedepankan kesepahaman serta kebersamaan.

"Pertemuan ini bertujuan untuk mencari kesepahaman bersama terkait konflik yang terjadi antara warga Banyuanyar dan juga warga Mulyorejo, Alhamdulillah kedua belah pihak menyepakati untuk saling menjaga situasi keduanya dengan kondusif," Katanya.

Baca Juga: 5 Misteri Gunung Raung Yang Belum Banyak Diketahui Begini Penjelasanya

Sekertaris Daerah Banyuwangi Mujiono juga menyampaikan bahwa Forkopimda Banyuwangi harus quick respons terhadap masalah ini, agar tidak ada provokasi yang masuk kepada masyarakat lagi.

"Mudah mudahan kehadiran kita bisa membantu dan berikhtiar agar masalah ini segera selesai, semua ini kami lakukan demi kebaikan seluruh masyarakat.

Kapolres Jember AKBP Hery Purnomo mengatakan akan menindak tegas aksi premanisme yang selama ini membayang bayangi petani kopi serta menindak aksi kriminal yang dilakukan oleh warga.

"Kami juga menugaskan personel disejumlah titik rawan agar masyarakat bisa tenang, serta membuat tim khusus untuk mencari akar permasalahan yang ada," Tegasnya.

Tak hanya itu pihaknya juga sedang melakukan pemburuan terhadap pelaku aksi premanisme.

"Kami juga melakukan perburuan terhadap aksi tersebut, pesan saya kepada masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap pihak yang menjanjikan akan menyelesaikan batas lahan ini," Pungkasnya.

Alhasil pertemuan sudah ditandatangani dan disepakati untuk sama sama memperkuat ketahanan wilayah, serta bersinergi dengan stakeholder setempat.

Sebelumnya terdapat sekelompok warga yang melakukan pembakaran di Desa Mulyorejo hingga menyebabkan empat rumah terbakar dan belasan kendaraan rusak, diduga konflik terjadi akibat aksi premanisme yang dilakukan oleh salah satu kelompok warga Desa Mulyorejo selama bertahun-tahu

Tags

Terkini