daerah

Hadirkan Eks Napiter, Cangkir Opini dan Mahasiswa Bangkalan Ajak Warga Perangi Ekstremisme Agama

Kamis, 28 Juli 2022 | 21:31 WIB
Diskusi bertajuk membendung ekstremisme melalui nilai Pancasila dan Islam Wasathiyah, mengundang hadirkan eks Napiter, Kamis (28/7/2022). (Cangkir Opini)

Storyjatim.com - Cangkir Opini dan mahasiswa Bangkalan menggelar kegiatan diskusi ilmiah bertajuk 'Membendung Ekstremisme melalui Nilai Pancasila dan Islam Wasathiyah'.

Diskusi yang menghadirkan salah satu narasumber dari eks Napiter (Nara Pidana Terorisme) digelar di Abell Cafe, Bangkalan, Madura, Kamis (28/7/2022).

Kegiatan ini mengajak Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Bangkalan dan BEM Universitas Trunojoyo sebagai partner kerja. 

Baca Juga: Sambut Bulan Muharram 2022, Buya Yahya: Cukup Amalan Satu Ini Akan Mendapat Pahala Berlipat Ganda

Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan mencegah pemahaman dan gerakan ekstremisme agama yang mengejar kekerasan dan aksi terorisme. 

"Kegiatan ini sebagai bentuk tanggung jawab kami agar di daerah Bangkalan dan sekitarnya tidak lagi terjadi tindakan kekerasan yang mengatasnamakan agama," terang Direktur Program Cangkir Opini, Randi Satrizal Latulumamina yang juga mahasiswa UMM itu.

Ada tiga diundang oleh Cangkir Opini untuk berbicara mengenai isu ekstremisme agama di Bangkalan, yaitu KH. Muhammad bin Muafi Zaini, Masyrianto dan Wendi yang merupakan eks Napiter asal Pamekasan. 

Baca Juga: Bikin Merinding! Inilah Sederet Destinasi Wisata Angker di Banyuwangi

Dalam penyampaiannya, ketiganya bersepakat bahwa pemahaman ekstremisme adalah fondasi awal munculnya gerakan di negeri ini, sehingga harus mencegah kita sejak dini.

"Saya menjadi teroris karena salah memahami jihad, sehingga dengan mudah mengikuti doktrin agama yang kita lakukan dalam tindakan kekerasan," ujar Wendi, mengungkapkan masa kelamnya.

Sedangkan Ketua Pemuda Muhammadiyah Bangkalan, Masyrianto, memandang bahwa untuk mencegah ekstremisme agama salah satunya adalah memberikan kepastian ekonomi bagi yang bersangkutan.

Baca Juga: Begini Alasan Roy SCBD Berhenti Sekolah Dan Tolak Biasiswa Sandiaga Uno

"Disamping itu, pemaknaan atas Pancasila dan Islam Moderat juga pasti harus dikuatkan," tegas Alumni Camplong itu.

Muhammad bin Muafi, salah satu tokoh agama di Sampang, Madura, bersepakat bahwa mencegah ekstremisme harus dikuatkan melalui diri masing-masing dan keluarga.

Halaman:

Tags

Terkini