Banyuwangi Storyjatim.com - petugas PPGA Gunung Raung Banyuwangi Meminta warga untuk tingkatkan kewaspadaan meskipun dalam status normal.
Gunung Raung yang terletak di perbatasan tiga kabupaten, yakni Banyuwangi, Bondowoso dan Jember kembali mengalami erupsi setelah 10 bulan tertidur, Rabu (27/7/2022).
Laporan dari Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Raung di Dusun Mangaran, Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, Banyuwangi. Erupsi terjadi sekitar pukul 17.19 WIB.
Baca Juga: Gunung Raung Banyuwangi Kembali erupsi, semburkan abu setinggi 1.500 meter.
Petugas PPGA Raung, Burhan Alethea, meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.
"Ini sudah kita follow up ke semua stakeholder, terutama di sekitar kawasan Gunung Raung agar lebih waspada," kata Burhan.
Burhan berucap, Gunung Raung mengalami 4 kali erupsi hari ini.
"Dari pukul 17.18 - 17.28 WIB terjadi 4 kali erupsi dengan ketinggian 1.500 meter di atas puncak," jelas Burhan.
Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam condong ke arah barat laut. Tepatnya ke arah Kabupaten Jember.
Baca Juga: Gunung Raung Alami 4 Kali Erupsi PPGA Banyuwangi Sebut Terjadi Dalam 10 Menit
"Sejauh ini belum ada warga yang melapor terdampak abu vulkanik dari dampak erupsi Gunung Raung," kata Burhan.
Saat letusan, kata Burhan, tidak terasa di pos PPGA Raung.
Baca Juga: Cara Menangkal Sengkolo Bagi 4 Weton Paling Diincar di Malam 1 Suro 2022
"Pasca letusan kegempaannya normal seperti biasanya hingga sekarang," ucapnya.
Meski mengalami erupsi, hingga saat ini Gunung Raung masih berstatus level 1 (normal). PPGA Raung terus memantau perkembangan hingga saat ini.