Sebab, kata Iwan, harga gas elpiji 3 kilogram di luaran dijual dengan harga cukup tinggi, karena dimanfaatkan oleh oknum untuk mendapatkan penghasilan tinggi, yakni berkisar Rp 23 ribu sampai Rp 24 ribu.
"Meski harus mengantre lama. Yang penting tetap bisa memasak. Apalagi saya juga jualan ayam kentaki. Kebutuhan juga cukup tinggi," ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Banyuwangi, Mujiono mengatakan, pasar murah gas elpiji 3 kilogram bersubsidi digelar di 12 Kecamatan di Banyuwangi.
Diantaranya Kecamatan Banyuwangi, Rogojampi, Genteng, Muncar, Cluring, Kalipuro, Srono, Purwoharjo, Giri, Glagah, Licin, dan Wongsorejo.
"Operasi murah digelar menyusul adanya kelangkaan gas elpiji 3 kilogram di pasaran," ujar Mujiono.
Ia menyebut, ada sekitar 1.600 hingga 2.500 tabung berisi gas elpiji 3 kilogram yang didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan warga.
"Kami harapkan masyarakat jangan terlalu khawatir, jangan sampai ada panic buying," pintanya.