Storyjatim.com - Tradisi unik Suku Osing Banyuwangi Grebek Kupat Sewu digelar setiap lebaran ke 7 di Desa Singolatren Kecamatan Singojuruh.
Tujuan dari grebek kupat sewu (Ketupat Seribu) sendiri untuk merekatkan silaturahmi warga Desa Singolatren.
Diketahui Tradisi grebek kupat sewu ini sudah dua kali di laksanakan sejak tahun 2022 hingga sekarang.
Desa Singolatren memang kental dengan tradisi dan budaya, hal tersebut dibuktikan dengan sejarah di era kerajaan serta peninggalan dari kerajaan dan yang ada di Singolatren mulai terungkap.
Dalam acara grebek kupat sewu setiap warga akan memberikan ketupat lengkap dengan kuah kari ayam untuk di berikan kepada warga yang melintas secara gratis.
Untuk rasa tak diragukan lagi, dikenal dengan daerah penghasil terasi yang cukup populer, Desa Singolatren setiap membuat kuliner memang terkenal dengan rempahnya yang cukup melimpah.
Buhana salah satu warga yang menyediakan ketupat untuk di jajakan ke setiap pengunjung ini mengatakan bahwa dirinya mewakili RT menyediakan ratusan ketupat.
"Tadi banyak ada ratusan ketupat yang di kumpulkan dari satu RT, per rumah di kenakan 25 ketupat," Katanya. (28/4/2023).
Adanya tradisi grebek kupat sewu pihaknya mengatakan jika semua warga sangat antusias dan bisa menambah kerukunan antar tetangga.
"Alhamdulillah selama dua tahun ini kita mengadakan acara ini dan disambut baik serta didukung penuh oleh warga," Lanjutnya.
Diketahui pencetus dari grebek kupat sewu tersebut seorang tokoh masyarakat bernama Rudi Hartono yang melihat potensi Desanya yang asri.
"Banyak potensi di Singolatren, mulai dari sejarah hingga kuliner, jadi acara ini adalah sebuah bukti jika disini mampu mengenalkan budaya melalui tradisi keagamaan," kata Rudi.
Kepala Desa Singolatren Apandi mengharapkan tradisi seperti ini wajib di adakan setahun sekali tepat di lebaran hari ke 7.