daerah

Mitigasi Risiko Bencana, Perhutani Rangkul Stakeholder Tanam Ribuan Pohon

Selasa, 23 Desember 2025 | 12:01 WIB
Mitigasi Resiko Bencana Sejak Dini Perhutani Banyuwangi Selatan

Storyjatim.com, Dalam rangka Mitigasi Resiko Bencana Hidrometeorologi di Kabupaten Banyuwangi, sebagai upaya dalam meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat melakukan penghijauan Kawal dan suksesi kegiatan tanaman tahun 2025, gerakan aksi peduli lingkungan tanam ribuan Perhutani gandeng Stakeholder suksesi Bulan Menanam Pohon Nasional (BMPN).

Agenda kegiatan penanaman pohon ini berlangsung di kawasan Hutan Banyuwangi Selatan di Hutan Gunung gamping petak 68m seluas 8,5 Ha RPH Senepo Selatan BKPH Pesanggaran Desa Sumberagung, Kec. Pesanggaran Kab. Banyuwangi pada selasa 16 Desember kemarin. 

Administratur Perum Perhutani KPH Banyuwangi Selatan Wahyu Dwi Hadomojo, menyampaikan bahwa Gerakan Menanam Pohon bersama di wilayah Perhutani KPH Banyuwangi Selatan dalam rangka Mitigasi Resiko Bencana Hidrometeorologi di Kabupaten Banyuwangi.

Sesuai dengan Tema yang diangkat dalam kegiatan ini ”Bersama Jaga Banyuwangi, Hijaukan Negeri” dengan tujuan berupaya dalam meningkatkan kesadaran dan partisipasi di masyarakat.

"Bersama untuk melakukan penghijauan, juga merupakan Sinergitas, memiliki kepedulian terhadap lingkungan, sebagai bentuk tanggung jawab bersama menjaga terhadap kelestarian hutan dan ekosistemnya,"ungkap Wahyu (23/12/2025).

"Mari bersama membangun hutan untuk kesejahteraan masyarakat dan kita bersama, mudah-mudahan ini menjadi berkah dan kegiatan tanaman tahun 2025 KPH Banyuwangi seluas 193 Ha dengan jenis jati dan mahoni, kesambi yang tersebar di beberapa BKPH,"sambung Adm Perhutani Banyuwangi Selatan. 

Wahyu menjelaskan,bahwa giat penanaman bersama merupakan program tanaman tahun 2025 di lahan petak 68m seluas 8,5 ha bagian dari siklus pengelolaan kawasan hutan.

"Sebelumnya ada proses tebangan maka diikuti dengan proses tanaman dan saat ini tanam seluas 8,5 Ha sebanyak 5,500 plances dengan jenis tanaman, Jati, mahoni dan MPTS (Durian, pete, alpukat, nangka) dengan melibatkan stakeholder,"terang Wahyu. 

Di lokasi kegiatan penanaman, Wahyu menyebut, Masyarakat sekitar lokasi diberikan kesempatan untuk menanam tanaman pertanian (tumpangsari) seperti jagung, kedelai, padi dll diantara tanaman kehutanan dan dari hasil kemitraan tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa sekitar hutan. 

"Giat kemitraan bersama masyarakat sekitar hutan ini, hal inilah merupakan dukungan dari Masyarakat bangun sinergi dengan Perhutani untuk mensukseskan kan Program Presiden Prabowo - Gibran tentang "ketahanan pangan", sekaligus Sedekah Oksigen,"sebut wahyu.

Wahyu menambahkan, jumlah peserta yang mengikuti kegiata sekitaran 250 orang, jumlah bibit yang disediakan sekitar 5.500. "Plances jenis Jati, mahoni dan MPTS (jenis: alpukat, durian, petai dan nagka),"imbuhnya. 

Dandim 0825 Banyuwangi Letkol Arm Triyadi Indrawijaya turut hadir dan memberikan apresiasi pada Perhutani, lantaran dilibatkan untuk mengikuti kegiatan Penamanan 1000 pohon yang digelar KPH Perhutani Banyuwangi Selatan. 

"Tentunya, dalam menjaga kelestarian kawasan hutan itu tidak mudah, dan ini menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya tanggung jawab Intansi/lembaga terkait,"

Sementara hal senada disampaikan Wakapolresta Banyuwangi AKBP Teguh Priyo Wasono, menyampaikan kegiatan penanaman bersama ini sangat tepat, dalam rangka mitigasi dampak bencana hidrometeorologi.

"Hal ini perlu kita dukung karena untuk keletarian hutan dan ekosistemnya. Dan kegiatan penanaman bersama ini hal sangat baik karena kelestarian hutan dan alam menjadi tanggung jawab bersama, semoga hutan kita tetap lestari dan dapat membawa berkah untuk anak cucu kita nanti,"ungkap Wakapolresta Banyuwangi.

Halaman:

Tags

Terkini