Storyjatim.com - Ratusan Siswa Keracunan Menu MBG langsung mendapatkan respon DPRD Banyuwangi, melalui Anggota Komisi IV DPRD menindaklanjuti kasus keracunan diduga disebabkan menu makan bergizi gratis (MBG) di MAN 1 Banyuwangi, Kamis 23 Oktober kemarin.
Selanjutnya DPRD Banyuwangi melakukan inspeksi mendadak (sidak) di satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang berada di Jalan Kepiting, Kelurahan Tukangkayu, Kecamatan Banyuwangi.
Sayangnya, kunjungan DPRD Banyuwangi tersebut menuai kekecewaan sebab mereka tak ditemui Kepala SPPG Tukangkayu. Aalasannya, yang bersangkutan sedang sibuk.
Parahnya lagi Anggota dewan itu juga tidak diizinkan memeriksa area dapur dengan alasan proses produksi sedang berlangsung. Mereka kemudian hanya dipersilakan duduk di ruang tamu tanpa dapat melakukan pengecekan menyeluruh.
"Kami kecewa dengan perlakuan pengelola SPPG. Kepala SPPG tidak menemui kami sehingga kami tidak bisa mengecek secara keseluruhan," kata Ketua Komisi IV DPRD Banyuwangi, Patemo kepada wartawan.
Tidak diberikannya akses pengecekan membuat Komisi IV meminta klarifikasi langsung ke Dinas Kesehatan Banyuwangi, berdasarkan keterangan yang diterimanya, SPPG Tukangkayu memang dinilai kurang memenuhi sejumlah kelayakan sanitasi.
Dari keterangan Kadinkes Banyuwangi, bahwa ada beberapa catatan hasil penyelidikan seperti ventilasi yang masih terbuka sehingga memungkinkan lalat masuk, serta tidak adanya wastafel khusus yang ada hanya kran biasa. Namun karena para anggota Komisi IV DPRD Banyuwangi tersebut tidak boleh masuk, mereka pun tidak tahu apakah catatan itu sudah dibenahi atau belum.
"Pelayanan SPPG ini kurang baik. Jangan melihat kami dari sisi personalnya. Kami ini wakil rakyat, tugas kami mengawasi dan mengontrol. Kalau akses saja ditutup, bagaimana publik bisa percaya," bebernya.
Selain sidak ke SPPG, Komisi IV juga mendatangi pihak sekolah untuk menelusuri kronologi lengkap sebelum para siswa mengalami gejala keracunan. Hingga kini, dugaan penyebab belum dapat dipastikan karena sampel makanan masih diperiksa Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda).
"Jadi kita menunggu hasil laboratorium terlebih dahulu,"pungkasnya.