Storyjatim.com, Banyuwangi - Balai Pelatihan Vokasi dan Prokduktivitas (BPVP) Banyuwangi diduga adanya pengkondisian Organisasi tertentu dalam memilih rekanan yang akan di berikan pelatihan disetiap kecamatan.
Hal tersebut tentu didasari dengan data yang dihimpun tim storyjatim, ada pun pelatihan tersebut didominasi oleh beberapa organisasi keagamaan dan juga organisasi Mahasiswa eksternal serta Alumninya.
Terlihat dalam data yang tertera di Banyuwangi sendiri terdiri dari tiga organisasi yang mendominasi, hal itu membuat pertanyaan bagi kalangan masyarakat luas dan menduga adanya pengkondisian.
Salah satu organisasi pemuda yang tak mau disebutkan namanya menganggap organisasi yang sudah terdaftar mendapatkan jatah pelatihan di BPVP itu di dalangi oleh beberapa oknum di dalam BPVP.
"lihat saja di datanya kan hanya organisasi itu itu saja yang mendapatkan banyak pelatihan, ini tentu tidak efektif hasil dari pelatihan tersebut," Ungkap pemuda yang tak mau disebutkan namanya itu.
Tak hanya itu, bahkan beberapa kawanan organisasi mahasiswa yang terdaftar dalam data tersebut terlihat pernah dikumpulkan di BPVP, didalamnya juga terlihat turunan dari organisasi yang mendominasi tersebut.
"waktu itu memang pernah lihat beberapa organisasi dikumpulkan di BPVP, saya lihat tidak ada kelompok atau organisasi lain, selain organisasi mahasiswa, alumni dan juga organisasi keagamaan," Jelasnya.
Kepala BPVP Banyuwangi Arsad Menepis kabar yang beredar bahwa pelatihan di dominasi oleh organisasi tertentu.
"Informasinya sangat tidak benar mas," Singkatnya.
Namun ketika konfirmasi lebih dalam, Arsad mengarah kan ke orang lain.
Beredarnya isu bahwa Pelatihan di Banyuwangi hanya didominasi organisasi tertentu itu ramai diperbincangkan oleh kalangan muda, tentu hal itu menjadi pemikiran liar bagi kelompok pemuda yang menginginkan adanya pelatihan di Banyuwangi, mengingat angka pengangguran terus naik.