“Lebih mudah menanamkan nilai-nilai budaya kerja perusahaan kepada orang baru daripada tenaga berpengalaman,” ungkap Kasmijo.
Selain merekrut, perusahaan juga membuat sistem dan fasilitas yang melindungi kaum perempuan. Mereka mendapat tempat peristirahatan khusus yang dimonitor CCTV selama 24 jam setiap hari. Toilet pun terpisah dari pekerja lelaki. (*)