Banyuwangi, Storyjatim.com - Dugaan pengeroyokan yang dilakukan oleh salah satu perguruan silat di Banyuwangi hingga memakan seorang korban tersebut masih dalam proses penyelidikan oleh Polresta Banyuwangi.
Dr. Hary Priyanto, Ketua Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) mendesak Polresta Banyuwangi untuk mengusut tuntas kasus yang menelan korban tersebut.
"Usut tuntas, Tidak boleh ada pembiaran atau perlindungan bagi pelanggar hukum," Tegas Hary PR Sapaan Akrabnya.
Hary PR berpandangan kasus tersebut ialah masuk kategori teodisi (Problem Kejahatan), diketahui pencak silat merupakan bertujuan untuk bela diri dan juga olah raga.
"Bukan untuk menyakiti dan justru alat membentuk prilaku pidana, saya percaya Polresta Banyuwangi mampu mengurai benang kusut dengan subjektif, adil dan tak masuk angin," Tambahnya.
Bahkan Hary berharap, konflik sosial yang disinyalir karena gesekan organisasi pencak silat ini harus segera diredam. Tidak boleh menjalar, Semua demi Banyuwangi, semua demi ketentraman masyarakat.
"Dalam kesempatan ini, saya berharap segenap masyarakat yang beririsan langsung maupun yang tidak, agar tetap tenang. Harus ingat jika masih bulan Syawal. Namun demikian, semua harus mawas diri jangan sampai terprovokasi atas nama apapun," Tukasnya.
Oleh karenanya PA GMNI mendorong Pemerintah daerah untuk turun mendamaikan kedua belah pihak, dan kita semangati Kapolresta Banyuwangi untuk bekerja tuntas.