Banyuwangi, Storyjatim.com – Keluarga Bintang Balqis Maulana (14) Santri yang meninggal di Ponpes Kediri Jawa Timur tersebut berziarah pasca pemakaman ke Tujuh hari.
Pihak keluarga mendatangi makam serta berdoa untuk Bintang, santri asal Dusun Kendenglembu, Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore Banyuwangi itu meninggal usai diduga di aniaya oleh 4 rekan yang kebetulan satu Pondok Pesantren.
Pihak keluarga telah mengikhlaskan kepergian Bintang, Ibu korban Suyanti, 38 mengatakan kepergian Bintang itu secara syahid.
“Kami ikhlas dengan kepergian Bintang, kami akan terus mendoakan dan mencoba sebisa mungkin untuk keadilannya,” ujarnya.
Ibu korban beserta keluarga mendatangi makam Bintang untuk berdoa, cuaca mendung serta gerimis membuat suasana doa yang dipanjatkan semakin khusyuk.
“Kami takziyah pas tujuh hari setelah Bintang dimakamkan,” imbuhnya sembari menahan tangis melihat makam sang anak.
Ibu Korban juga berharap seluruh pihak yang terlibat atas meninggalnya Bintang segera bertanggung jawab.
Bahkan mendoakan jika Pondok Pesantren Al Hanifiyyah tempat Bintang menuntut ilmu segera dikosongkan.
“Semoga pondok itu kosong dan pengasuh bertanggung jawab atas kasus ini, karena sudah lalai menjaga santrinya,” harapnya.
Tak hanya itu, Suyanti juga merasa masih banyak kejanggalan dalam proses penyidikan kasus Bintang, bahkan pengurus pondok inisial UM tersebut tidak bisa di hubungi.
“Saya juga ingin tahu atas nama UM, karena nomornya sekarang tidak aktif. Sebagian keluarga juga menanyakan kenapa nomor Bintang diblokir,” herannya.
Suyanti berharap semua proses terkait kematian Bintang dapat diusut tuntas oleh pihak berwajib. Para tersangka dapat menerima pembelajaran sepantasnya atas kejadian nahas yang terjadi terhadap buah hatinya itu.
“Saya sangat tidak tenang, jika permasalahan dengan pondok belum clear. Apalagi pihak pondok belum diselidiki secara detail. Semoga ada petunjuk Allah kejahatan dapat terkuak,” pungkasnya.