Storyjatim.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur keluarkan surat Tausiah untuk masyarakat muslim di Banyuwangi, dengan maksud larangan adanya pawai ogoh - ogoh saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Pasalnya ogoh - ogoh yang di gunakan untuk pawai saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut bukan budaya masyarakat Islam, bahkan larangan tersebut, MUI Banyuwangi menyebut haram dikarenakan mirip dengan ritual keagamaan umat Hindu.
Adapun ogoh - ogoh tersebut adalah replika sebuah bangsa ghaib yang menyeramkan, atau kerap disebut butha kala.
Baca Juga: Heboh..!!! Mobil Ambulan Puskesmas Tembokrejo Muncar Banyuwangi Hilang Saat Diparkir
Sesuai surat Tausiah MUI nomor 04/DP-MUI/Kab/09/2023 yang diterbitkan pada tanggal 15 September 2023, warga muslim di Banyuwangi dilarang menggunakan ogoh ogoh saat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.
"Masyarakat harus bisa memilah, mana kegiatan keagamaan dan mana kegiatan kebudayaan," Ucap Ketua MUI KH. Moh Yamien.
Diketahui pawai Ogoh-ogoh sering digunakan oleh masyarakat Banyuwangi, salah satunya di Desa Macan Putih Banyuwangi dimana setiap tahunya menggelar pawai ogoh-ogoh dan tradisi geredoan di bulan Maulid.
"Sudah puluhan tahun Desa kami selalu menggelar tradisi ini di bulan maulid, bahkan jadi festival di Banyuwangi," Sebut Muhammad Farid Kepala Desa Macan Putih.
Untuk menanggapi surat Tausiah MUI Banyuwangi, Farid menjelaskan bahwa pawai ogoh-ogoh dan Geredoan tersebut bukan bagian dari rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, melainkan murni tradisi kebudayaan.
"itu bukan rangkaian acara maulid, tapi hanya tradisi rutin kebudayaan yang wajib dijaga dan diuri uri, hanya saja bertepatan dengan bulan Maulid Nabi," Jelasnya.
Baca Juga: MUI Banyuwangi Larang Ogoh-ogoh Masuk Dalam Kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Begini Hukumnya
Farid juga menambahkan bahwa tradisi dan peringatan hari besar islam tidak dicampur adukan.
"Jadi jangan salah paham dulu, tradisi ini bukan tradisi peringatan Maulid, tapi tradisi kebudayaan bertepatan di bulan Maulid," Tukasnya.