Storyjatim.com, Surabaya -Pengurus Dewan Pimpinan Pusat (Dpp) Partai PDI Perjuangan menetapkan tiga nama kader pengurus DPC PDIP Banyuwangi, pada Minggu (21/12/25). keputusan DPP PDI Perjuangan sosok yang ditunjuk menjadi struktural DPC PDI Perjuangan Banyuwangi, periode mendatang, yakni jabatan Ketua, Sekretaris dan Bendahara, sudah melenceng dari mekanisme yang sudah diantur DPP PDI Perjuangan, yang dibacakan saat Konfercab.
Ketiga nama mendapatkan rekomendasi dari DPP PDI Perjuangan tersebut yakni Ana Aniati sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Banyuwangi, Ficky Septalinda sebagai sekretaris, dan Desi Prakasiwi sebagai Bendahara.
Mendengar keputusan tersebut sebuah rekaman vidio yang diunggah di grup whatsapp dan viral tersebut, perwakilan Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan se-Banyuwangi yang mengikuti Konfercab tersebut meluapkan emosinya mereka terlhat kecewa dengan keputusan DPP PDI Perjuangan.
Pasalnya, para perwakilan pengurus PAC menilai keputusan DPP PDI Perjuangan sosok yang ditunjuk menjadi struktural DPC PDI Perjuangan Banyuwangi, periode mendatang, bakal mengisi jabatan sebagai Ketua, Sekretaris dan Bendahara, dianggap melenceng dari mekanisme yang sudah diantur DPP PDI Perjuangan, yang dibacakan saat Konfercab.
"Ada tiga nama yang mendapat rekomendasi, ketiga nama tersebut, yakni Ana Aniati sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Banyuwangi, Ficky Septalinda sebagai sekretaris, dan Desi Prakasiwi sebagai Bendahara,"ungkap Selamet Santoso Atau yang dikenal Mbah Geger.
Selamet Santoso menyebut, bahwa bukannya menolak atas rekomendasi DPP PDI Perjuangan. Tapi kami sangat kecewa karena ada mekanisme yang kurang bijak terkait penunjukan nama ketua hingga pada akhirnya usai dibacakan beberapa peserta sidang walkout.
Masih lanjut kata Mbah Geger, ia menjelaskan, dari ketiga nama yang direkomendasi DPP PDI Perjuangan, hanya ada dua nama yang diusulkan PAC ketika rapat penjaringan yang merupakan salah satu tahapan awal Konfercab pada bulan September 2025 lalu, yakni Ficky Septalinda dan Desi Prakasiwi.
"Sementara nama Ana Aniati tidak muncul,"jelasnya.
"Sedang rekomendasi tidak sesuai dengan hasil penjaringan, hingga keputusannya seperti ini buat apa minta usulan dari PAC maupun ranting,”ujar Mbah Geger dengan rasa kecewa.
Selamet Santoso dengan tegas menekankan, seharusnya DPP PDI Perjuangan mempertimbangkan nama dan sosok yang mampu membawa PDI Perjuangan Banyuwangi sebagai pemenang Pemilu 2024 lalu bukan nama yang baru muncul dan berkiprah di partai berlogo Banteng Moncong Putih.
” Akan lebih bijak jika DPP PDI Perjuangan menghargai perjuangan sosok yang pernah memenangkan PDI Perjuangan di Pemilu dan track record di partai jelas,"pungkasnya.