Storyjatim.com- Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diduga melayani makan bergizi gratis (MBG) di MAN 1 Banyuwangi belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Yang mana SLHS itu adalah sertifikat yang menjadi bukti bahwa dapur MBG telah memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan untuk mencegah risiko keracunan makanan.
Sebelumnya, sebanyak 112 siswa MAN 1 Banyuwangi mengalami gejala keracunan yang diduga berasal dari makanan Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, Amir Hidayat mengatakan, SPPG yang belum disebutkan nama dan alamatnya itu, belum mengikuti pelatihan yang digelar Dinkes Banyuwangi sejak beberapa waktu sebelumnya, dan baru akan mengikuti pelatihan pada hari Sabtu pekan ini.
"Secara persentase yang ikut pelatihan dari 1.600 pengolah makanan yang ada di SPPG di Banyuwangi, saat ini 920 yang sudah mengikuti pelatihan," kata Amir, Kamis kemarin 23 Oktober 2025.
Dinkes Banyuwangi terus melakukan percepatan agar hingga akhir bulan Oktober ini, seluruh pengolah makanan di dapur MBG tersertifikasi.
Sebab, jika telah tersertifikasi, dapur MBG akan menjalani standar operasional prosedur (SOP) dalam pengolahan makanan, mulai dari pemilihan bahan baku, proses hingga pendistribusian makanan sesuai dengan ketentuan untuk meminimalisasi terjadinya insiden keracunan.
Dengan SOP tersebut lah, pelaksanaan hingga sarana dan prasarana SPPG juga lebih menjadi terstandar. Sebab, SLHS baru bisa diproses ketika pengolah makanan sudah mengikuti pelatihan dan diuji kompetensinya untuk mendapat sertifikasi.
"Seluruh sarpras, sanitasi, limbah, sampah, sirkulasi udara, hingga kelembaban yang ada di SPPG harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku," terangnya. Sebelumnya, sebanyak 112 siswa MAN 1 Banyuwangi, Jawa Timur, mengalami gejala keracunan dari MBG yang disantap sehari sebelumnya dan menyebabkan para siswa mengalami gejala infeksi bakteri seperti pusing, mual, demam, hingga diare.
"Menu makanannya ayam bumbu merah. Saat ini sampelnya sudah dikirim ke Labkesda (Laboratorium kesehatan daerah) Banyuwangi untuk diperiksa," beber Amir.
Selain mengambil sampel semua makanan, Dinas Kesehatan Banyuwangi juga mengambil sampel alat makanan hingga air bersih serta rectal swab siswa untuk diperiksa. Nantinya, hasil pemeriksaan akan diumumkan dalam satu hingga dua hari.