BANYUWANGI, Storyjatim.com – Superintendent Community Development and Empowerment PT BSI, Amirrul Darmawan, menjelaskan bahwa distribusi hewan kurban telah dilakukan sejak Rabu (4/6/2025) dan berlanjut hingga Kamis (5/6/2025).
“Kami memanfaatkan dua hari sebelum perayaan Idul Adha untuk mendistribusikan hewan kurban kepada para penerima. Kami pastikan seluruh hewan dalam kondisi siap untuk disembelih pada hari H,” ungkapnya.
Ia menambahkan, hewan kurban yang disalurkan berasal dari PT BSI serta mitra kontraktor perusahaan. Penerima manfaat berasal dari masyarakat di Kecamatan Pesanggaran dan sekitarnya, termasuk sejumlah lembaga dan pengurus takmir masjid di luar wilayah tersebut.
Baca Juga: Paglak Menyingsing, Senja Berkisah: Menghidupkan Kembali Nafas Tradisi Lewat Sosok Tohan
Penyaluran hewan dilakukan melalui para takmir masjid dan musala, yang nantinya bertanggung jawab dalam proses penyembelihan dan pembagian daging kurban kepada warga, sekaligus mencantumkan nama pemberi kurban.
“Harapannya, bantuan hewan kurban dari PT BSI ini bisa menambah kekhusyukan masyarakat dalam merayakan Idul Adha,” ujar Amirrul.
Di sisi lain, warga menyambut baik program ini. Salah satunya adalah M. Romly, pengurus Takmir Masjid Al-Falah Lidzdzakirin. Ia mengaku bersyukur dan antusias setelah menerima seekor sapi dari PT BSI menjelang hari raya.
“Atas nama pengurus Masjid Al-Falah Lidzdzakirin, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PT BSI. Semoga perusahaan terus berkembang dan bisa berbagi kembali di masa mendatang,” katanya dengan penuh rasa syukur.
Baca Juga: Abdul Ghoni Mendapat Dukungan Dari Forum Alumni Muda untuk Nahkodai IKA-PMII Banyuwangi
Sebagai catatan, program bantuan hewan kurban ini telah menjadi agenda tahunan PT BSI sejak perusahaan mulai mengelola wilayah Tujuh Bukit pada 2012. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), sejalan dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Inisiatif ini juga mencerminkan komitmen terhadap praktik pertambangan yang baik (Good Mining Practice/GMP), yang tidak hanya berorientasi pada kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat, meningkatkan taraf hidup, dan mendukung pembangunan daerah sekitar. (*)
Artikel Terkait
16 Kasus Narkoba Berhasil Di Ungkap Polresta Banyuwangi, Barang Bukti Berupa Sabu Total Seberat 2 KG Lebih
Apresiasi Kinerja Polresta, DPC GMNI Banyuwangi Berikan Kado Lukisan Dari Kopi
Kredit Macet di Banyuwangi Picu Konflik Sosial, Siapa yang Harus Bertanggungjawab?
CSR PT BSI Dorong Kemajuan Pesanggaran, Bakesbangpol Apresiasi Iklim Investasi di Banyuwangi
Prabowo: Indonesia Bisa Buka Hubungan dengan Israel Jika Palestina Diakui