Storyjatim.com - Beragam narasi kekecewaan penggemar sound horeg membanjiri lini kanal media sosial ketika mengetahui event tahunan yang biasa berlangsung di lapangan Dwi Waringin Desa Sumbersewu tidak mendapat izin dari otoritas perizinan setempat.
Terbaru, kekecewaan penggemar sound balap itu semakin memuncak tatkala membaca surat edaran rilisan Pemkab Banyuwangi nomor 501 tahun 2024 pada Jumat (5/4/2024) lalu. Diketahui, dalam surat tersebut Pemkab Banyuwangi tidak mengizinkan kegiatan battle sound menjelang hari raya Idulfitri 1445 Hijriah di wilayah Kabupaten Banyuwangi.
Tak ayal, kekecewaan penggemar adu sound system itu dinilai dapat mengancam elektabilitas Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas menjelang Pemilukada serentak 27 November mendatang. Seperti yang dituturkan ketua Aliansi Pecinta Sound System Muncar (APESSMU), Iskandar.
"Menurut kami, tidak ada upaya signifikan dari Pemkab Banyuwangi untuk mengakomodir aspirasi penggemar sound. Bagaimana agar battle sound tetap berjalan tanpa mengganggu masyarakat, harusnya mekanisme-mekanisme itu dibahas dan dipecahkan bersama. Bisa saja dengan struktur tata tertib yang padat dengan sokongan dari otoritas keamanan sebagai bentuk pengawasan," ujar pria yang berprofesi sebagai pengusaha itu kepada wartawan pada Senin (8/4/2024).
Bahwa, sambung Iskandar, ketika kegiatan battle sound itu tidak diizinkan begitu saja tanpa ada ruang audiensi dan solusi yang memadai maka akan sulit membayar sebuah kekecewaan. Terlebih, Bupati Ipuk Fiestiandani masih membutuhkan dukungan masyarakat pada Pemilukada serentak 27 November nanti.
"Melihat gelombang kekecewaan masyarakat, dalam hal ini penggemar sound system horeg, sulit rasanya terobati begitu saja, Saya meyakini hal ini akan melekat pada hati penggemar sound horeg dan berpotensi besar akan berdampak pada popularitas serta mengubah prespektif terhadap Bupati Ipuk Fiestiandani pada kontestasi Pemilukada serentak mendatang, jargon 'Jangan ada Ipuk Diantara Kita' menggema ditengah lautan manusia penggemar sound horeg," katanya.
Kendati, kata Iskandar, misalnya Bupati Ipuk harus dipaksa berpasangan dengan sosok religius sekalipun.
Dari pantauan redaksi, narasi sumbang untuk mengganti sosok pucuk pimpinan daerah itu terus berlangsung hingga saat ini.
Perlu diketahui, kantong suara penggemar sound horeg patut diperhitungkan. Terbukti pada pelaksanaan battle sound system di Sumbersewu tahun lalu di hadiri ribuan orang. Data yang berhasil di himpun redaksi Storyjatim.com dari berbagai pihak, pengunjung gelaran adu sound system saat itu mencapai 10 ribu orang. Baik warga lokal maupun luar kota Banyuwangi. Sementara jumlah komunitas pemuda pengusung sound system tercatat mencapai 70 kelompok.
Selain itu, irisan-irisan suara dari UMKM dan pengusaha sound system yang terlibat dalam gelaran kegiatan tersebut juga tak kalah penting untuk diperhitungkan.
Artikel Terkait
Tradisi Sambut Lebaran, Begini Persiapan Panitia Festival Sound System Sumbersewu
Horeegg! Hari Ini 40 Peserta Meriahkan Festival Takbir Sumbersewu 2023
Takbir Keliling Tak Diakomodir Pemkab Banyuwangi, Kemana Ribuan Penggemar Sound Horeg Menyalurkan Hobinya ?
Tak Mendapat Restu dari Pemkab Banyuwangi, Panitia Takbir Keliling Desa Sumbersewu Resmi Membubarkan Diri