Suasana Nyepi Tahun Baru Saka 1946 Di Patoman Banyuwangi Terlihat Sunyi, Ternyata 4 Pantangan Ini Yang Di Yakini Umat Hindu

photo author
Abdul Konik, Story Jatim
- Senin, 11 Maret 2024 | 15:41 WIB
Suasana Nyepi Tahun Baru Saka 1946 Di Patoman Banyuwangi Terlihat Sunyi, Ternyata Ini 4 Pantangan Umat Hindu Saat Nyepi
Suasana Nyepi Tahun Baru Saka 1946 Di Patoman Banyuwangi Terlihat Sunyi, Ternyata Ini 4 Pantangan Umat Hindu Saat Nyepi

Banyuwangi, Storyjatim.com - Suasana Hari Raya Nyepi Tahun baru saka 1946 di Desa Patoman Blimbingsari Banyuwangi Jawa Timur berlangsung khidmat. Senin (11/3/2024).

Diketahui sejak tadi pagi umat hindu di Patoman Banyuwangi terlihat khusuk menjalankan ibadah Nyepi di rumah masing masing.

Setiap persimpangan jalan pun terlihat di tutup total yang artinya tidak boleh ada satupun kendaraan mesin yang melewati area Patoman dikarenakan masih dalam keadaan Hari Raya Nyepi.

Baca Juga: Bagikan Momen Lamaran, Unggahan Komika Mamat Alkatiri Dipenuhi Komentar Kocak Netizen

Hanya terlihat beberapa penjaga atau pecalang adat yang menjaga di setiap persimpangan jalan.

Diketahui umat hindu di Patoman sedang menjalani nyepi dengan 4 pantangan yakni Amati Geni (Tidak menyalakan api atau lampu, Amati Karya (Tidak bekerja, atau melakukan aktivitas di kuar rumah), Amati Lelanguan (tidak bersenang senang), Amati Lelungan (Tidak Bepergian).

Made Hardana pemuka Agama Hindu di Patoman mengatakan bahwa umat hindu di wilayahnya mayoritas memang beragama hindu, dan berdampingan langsung dengan umat islam.

"Ada sekitar 285 KK Umat hindu di Patoman, tapi disini toleransinya sangat tinggi, dan saling menghormati," Katanya.

Nyepi tersebut dilakukan selama 24 jam, yakni sejak jam 6 pagi hingga jam 6 pagi ke keesokan harinya.

Baca Juga: Dwi Handayani Plt Dinas Lingkungan Hidup Banyuwangi Gandeng PT BSI Berikan 1000 Tong Sampah Ke Masyarakat, Momen Hari Perempuan Jadi Spesial

Sebelumnya umat hindu juga merayakan melasti, dan tawur Agung Kesanga, selanjutnya dilakukan Catur Tapa Brata atau Penyepian.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Konik

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X