"Sudah ratusan jiwa yang hidup berkat memanfaatkan sungai ini, karena prinsip saya jika kaya itu bareng bareng, bukan sendirian, parkir punya pemuda, tiket masuk milik Pemerintah Desa, semua milik mereka, saya sendiri mengelola rumah makan" Ucapnya.
Dari produksi ikan yang di budidaya lewat aliran sungai yang tadinya kumuh itu ternyata menghasilkan puluhan ton ikan siap panen perbulannya.
"Saya panen mencapai 30 ton perbulan, dengan menghabiskan pakan 20 ton, saya pegang kata kata pak Presiden Habibi, jika ingin mencari profit maka naikanlah nilai tambah, dari situ saya membuat restoran dari hasil panen ikan saya sendiri," Tungkasnya.
Pak Bagong juga berpesan untuk pemuda bahwa jadilah diri sendiri, karena didalam jiwa seseorang ada roh tuhan yang sebenarnya setiap orang mampu apa saja.