Kitab Lontar Yusup Naskah Jawa Kuno Tersimpan Rapi di Disbudpar Banyuwangi, Ternyata Begini Kesakralnya

photo author
Abdul Konik, Story Jatim
- Rabu, 8 Maret 2023 | 19:01 WIB
Kitab Lontar Yusup Kuno Abad Ke 14 tersimpan Rapi di Dsbudpar Banyuwangi, Ternyata Sampai begini sakralnya
Kitab Lontar Yusup Kuno Abad Ke 14 tersimpan Rapi di Dsbudpar Banyuwangi, Ternyata Sampai begini sakralnya

Banyuwangi Storyjatim.com - Sebuah Kitab Lontar Yusup bernaskah kuno tersimpan dengan rapi di Museum Blambangan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, kitab tersebut diperkirakan ada sejak abad ke 14.

Terlihat Kitab Lontar Yusup itu bertuliskan aksara jawa dan terbuat dari daun lontar yang di susun dan dilipat dengan apik.

Diketahui Kitab Lontar Yusup itu setelah di teliti adalah sebuah kitab di bab Dandang Gulo, Lontar Yusup sendiri adalah sebuah cerita dari Nabi Yusuf.

Baca Juga: Menjadi Wisata Terlengkap Banyuwangi Park Segera di Buka, Catat Tanggalnya

Pembacaan Lontar Yusup sendiri dulu kerap dibacakan oleh masyarakat Banyuwangi suku Osing ketika ada hajatan selama semalam suntuk.

Pembacaan tersebut memiliki kesakralan tersendiri, dimana kebanyakan warga sekitar menunggu selesainya pembacaan Lontar Yusup untuk mencari berkah.

"orang orang dulu justru menunggu di akhir pembacaan, biasanya di waktu subuh, karena kono di anggap mujarab," Kata Sekertaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi Choliqul Ridha.

Anehnya Lanjut Ridha, ketika ada yang meminta petunjuk tentang kesembuhan ataupun kesulitan jodoh di akhir pembacaan Lontar Yusup tersebut saat membuka kitab secara acak langsung di bab yang di tuju secara otomatis.

Baca Juga: Wisata Pantai Gumuk Kancil Semakin Mempesona, PT. BSI Gelontorkan Anggaran Untuk Pengembangan

" Itu membukanya secara acak, tapi langsung ada bacaan atau petunjuk apa yang diminta oleh salah satu warga itu," Lanjutnya.

Bahkan ketika pembacaan di tengah malam bagi pendengarnya merasa merinding, disitu tingkat kesakralan pembacaan Lontar Yusup mulai dirasakan.

Disitulah terlihat kesakralan dalam pembacaan Lontar Yusup di ada Osing. Meskipun sempat tenggelam dan nyaris punah orang yang membaca mocoan sebutannya kini sudah mulai banyak yang melestarikan adat ratusan tahun ini.

Tak hanya dibacakan oleh orang tua, Lontar Yusup kini bisa di baca oleh kaum milenial, dengan kitab baru bernaskah yang cukup mudah untuk dibaca oleh kalangan milenial.

Tak sedikit para anak muda yang melestarikan Mocoan Lontar Yusup dengan berkeliling di setiap perkumpulan pembacaan Lontar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Konik

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X