Hepatitis B Di Indonesia Cukup Tinggi, Penularan Ibu Ke Anak Jadi Penyebab Utama

photo author
Abdul Konik, Story Jatim
- Jumat, 28 Juli 2023 | 22:18 WIB
Prevalensi Hepatitis B masih Tinggi, Penularan Ibu Ke Anak Jadi Penyebab Utamanya (Website Kementerian Kesehatan)
Prevalensi Hepatitis B masih Tinggi, Penularan Ibu Ke Anak Jadi Penyebab Utamanya (Website Kementerian Kesehatan)

Storyjatim.com - Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan, dr. Imran Pambudi, MPHM, mengungkapkan bahwa hepatitis B di Indonesia sebagian besar ditularkan dari ibu ke anak, menyebabkan tingginya Presvelensi Hepatitis B di negara ini. Penularan dari ibu yang terinfeksi kepada anak berkontribusi sekitar 50% dari beban penyakit hepatitis B secara global, dikutip dari @kemenkesRI kamis, 27 Juli 2023.

Data dari Riskesdas 2013 menunjukkan bahwa prevalensi hepatitis B (hbsag) secara umum di Indonesia mencapai 7,1%, atau setara dengan sekitar 18 juta penduduk. Bayi yang terinfeksi virus hepatitis B memiliki risiko lebih dari 90% – 95% untuk berkembang menjadi hepatitis B kronis, sementara risiko ini jarang terjadi pada anak yang terinfeksi setelah usia 5 tahun.

Dalam rangka mengatasi masalah ini, Kementerian Kesehatan telah melakukan berbagai upaya pencegahan, termasuk memberikan vaksin hepatitis B dosis pertama pada bayi baru lahir usia 0 atau kurang dari 24 jam, dilanjutkan dengan vaksinasi hepatitis B dosis selanjutnya sesuai dengan program imunisasi nasional. Selain itu, Kementerian Kesehatan juga melakukan pemeriksaan hepatitis b pada semua ibu hamil, dengan jumlah ibu hamil yang diperiksa pada 2022 mencapai lebih dari 3,2 juta orang di 489 kabupaten/kota.

Baca Juga: Mitos dan Fakta Di Malam 1 Suro, Berikut 7 Larangan Yang Tidak Boleh Dilakukan

Dr. Imran Pambudi juga menyampaikan bahwa Kementerian Kesehatan memberikan obat antivirus tenofovir disoproxil fumarate kepada ibu hamil yang terdiagnosis hepatitis B. Langkah ini telah dimulai sejak 2022 dan saat ini tengah dilakukan di 180 fasilitas kesehatan di 34 kabupaten/kota di 17 provinsi. Kementerian Kesehatan berharap dapat memperluas pemberian obat antivirus ini sehingga pada tahun 2029, semua kabupaten/kota di Indonesia dapat memberikan tenofovir disoproxil fumarate pada ibu hamil.

Ketua Komite Hepatitis, Prof. David Handojo Muljono, MD, PhD, menambahkan bahwa pada 2020, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengeluarkan resolusi bahwa hepatitis menjadi prioritas penanganan dunia. Dia memuji Indonesia karena berhasil melakukan pemeriksaan hepatitis kepada 3,2 juta ibu hamil dengan gratis, yang merupakan prestasi penting.

Baca Juga: Pola dan Tips Hidup Sehat Yang Penting Dalam Menjaga Gaya Hidup Sehari Hari, Nomer 7 Sulit Dilakukan

Prof. David mengajak masyarakat untuk lebih terlibat dalam kampanye kesadaran tentang penyakit hepatitis. Dia menekankan pentingnya berbagi informasi yang benar tentang pencegahan hepatitis dan menggarisbawahi bahwa permasalahan hepatitis di Indonesia memerlukan perhatian dari setiap individu dan peran aktif dalam mengurangi prevalensi penyakit ini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Abdul Konik

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X